Saturday, March 10, 2018

PILIHAN PROFESI

Terus terang belum jelas mau menulis apa. Namun yang penting adalah bahwa kesehatan phisik  itu penting untuk dijaga apalagi jika kita sudah menginjak usia senja  berada didunia ini. Adakalanya kita  merasa jenuh, cupet,  stuck, dan males mikir.
Well any way,  jangan lupa melaporkan SPT Tahun 2017,  dimana menurut Petugas Kantor Pajak, terdapat juga alternatif pilihan bagi yang sudah pensiun dan telah melampui umur 65 tahun untuk bisa mengajukan alternatif wajib pajak non-effektif  seperti diacu dalam http://www.pajak.go.id/content/formulir/10177/formulir-permohonan-penetapan-wajib-pajak-non-efektif.
 Menurut Petugas Kantor Pajak yang terletak di Jl. Simatupang. jika kita secara pribadi  telah mempunyai   NPWP,  maka kita tidak dapat menghapus NPWP kita. Karenanya sebagai jalan keluar, individu yang telah Pensiun  diberikan opsi untuk mengajukan permohonan penetapan Wajib Pajak - Non Efektif,  jika kita memenuhi persyaratan yang tersebut dalam Formulir diatas. 

Namun hal ini dapat dilakukan setelah kita terlebih dahulu melaporkan SPT Tahunan yang akan berakhir tanggal 31 Maret 2018,
Untuk hal ini sebaiknya,  kita sendiri  datang dan berkonsultasi dengan petugas bagian E-Filing di Kantor Pajak, yang akan melayani pertanyaan serta membantu kita untuk mengisi Laporan NPWP lewat E - Filling. Kita rasakan bahwa para petugas di Kantor Pajak sudah bagus pelayanannya,  transparan dan profesional di Jakarta, sehingga kita  terkesan atas keprofesionalitasnya kerja mereka. 
Kembali ke Judul "Pilihan Profesi" kita, maka Penulis telah lama berlanglang - pacu sebagai Independent Business Lawyer, selama hampir 20 Tahun semenjak 1 Juni 1998, dimana  Penulis dalam perjalanan Profesinya lebih memilih Profesi yang Independent - Merdeka, tidak berpatisan,  dimana kita bisa lebih bebas dalam ber- ekspresi. Hal ini,  termasuk terkait mendiskusikan masalah pemantauan dan perkembangan Kepastian Hukum Bisnis di Indonesia yang masih harus diperjuangkan terus menerus.  guna dapat memberikan suasana yang tambah lebih kondusif dan memberikan kesempatan termasuk  kepada Para pelaku Bisnis, maupun pemberian Jasa untuk dapat mengembangkan dan memperdayaan diri mereka. 
Bagi Penulis, yang pilihan sifat profesinya ingin mempertahankan kebebasan Merdeka - Independent termasuk juga tidak mau terlalu kaku,  terkekang dan terjebak dalam suatu kondisi   yang  bisa mengekang kebebasan pengaktualisasian diri kita, maka  Penulis banyak pengalaman melayani Klien Lokal yang acapkali mengalami kendala dan kesulitan keuangan untuk melanjutkan bisnis yang digeluti baik di Perminyakan Gas maupun Pertambangan Umum, Perhotelan, sehingga membutuhkan cara keluar untuk dapat memecahkan masalah kesulitan masalah keuangan atau permodalan ini. 
Memang hidup merupakan pilihan dari kita masing-masing dan pasti ada plus dan minusnya atas pilihan yang dibuat oleh setiap Individu tersebut tergantung dari pengalaman jatuh bangunnya yang bersangkutan dalam menjalankan profesi kehidupannya ini.
Yang jelas kalau kita sudah berumur senja, dimana misalnya Penulis bersyukur telah  diberikan ALLAH, berada didunia ini lebih dari 66 Tahun,  sehingga ilmu dan pengalaman kita, sebaiknya tetap  dapat kita salurkan,  sesuai kemampuan  kita, dimana hal ini  sepenuhnya  adalah tergantung dari kita,   mau diapakan "aset pengalaman profesi" yang telah kita timba dan alam selama ini. . 

Tentunya salah satu  hal penting adalah menjaga stamina tubuh phisik,  agar kita dapat tetap mempunyai kesempatan berkontribusi. Untuk hal ini kita harus memaksakan diri kita untuk rajin dan rutin jalan  kaki minimal 40 Menit dalam setiap 1 atau 2  hari untuk menjaga pengelelolaan phisik kita.

Dengan melakukan olahraga jalan kaki tersebut, maka badan kita Insya ALLAH  terasa bisa  lebih segar dan fit serta tidak kaku otot dan uratnya. Tentunya ada pula olah asah " otak kita" dengan misalnya menulis di Blog kita, sehingga kita bisa mengaktulisasilan dan mengekpresikan apa yang ada dalam diri kita masing-masing, dimana Penulis karena memang hobynya menulis di Blog maka, Penulis kalau sedang dalam keadaan bumpet cara berpikirnya akan berusaha  memaksakan diri untuk membuka Blog kita,  dimana salah satu Blog  Penulis  berjudul AGUNGSS Experimental Blog sehingga dapat menjadikan semacam Therapy bagi Penulis untuk menjaga agar kita tetap berkarya dalam menulis.
Dengan kontinu rajin menulis, akan melatih cara berpikir sistimatis kita, sesuai  ilmu dan profesi bidang kita masing-masing maupun hobby serta passion kita,  sehingga terasa "Plong" perasaan kita,  kalau sudah menulis Artikel.  dimana semula sewaktu awal mulai menulis, biasanya  terasa jenuh dan cupet cara berpikir kita. Nah untuk mengurangi ketegangan kita, cobalah biasakan menulis sambil mendengarkan Lagu dari Radio kita sehingga rasanya enak dan enjoy menulisnya.  
Nah tentunya di dunia Maya kita juga bisa bergabung menjadi associate dari Amazon yang menjual berbagai Produk dimana kita adalah Publisher dari berbagai Produk yang disediakan di Lapak Amazon, lumayan siapa tahu ada pundi-pundinya..sebagai Amazone Associate....hehehe...semoga .....
Wah ok dulu deh ya Chiao
Agung Supomo Suleiman Jakarta 10 Maret 2018

Thursday, January 25, 2018

Sekilas Lintas Gambaran Pekerja Pembangunan MRT di Jalan Fatmawati

Penulis sore ini hendak membuat snapshot sekilas Lintas Gambaran Pekerja Proyek Pembangunan MRT (Mas Rapid Transit)  di Jalan Fatmawati khususnya Stasiun MRT di Haji Nawi dekat Rumah tinggal Penulis dibilangan Gandaria Selatan Kompleks Deplu Cipete.  
Para Pekerja dari Konstruksi Jalan Layang MRT Jalan Fatmawati adalah contoh dari Pekerja yang tidak kerja didalam ruangan gedung tertutup melainkan diluar gedung atau diluar lingkungan tertutup
Setelah Pembangunan MRT dari Stasiun Lebak Bulus, Jalan MRT sepanjang Jalan Simatupang, dan belok kekiri Jalan Fatmawati, Jalan  Panglima Polim hingga Blok M, terus ke Jalan Sisinga Mangaraja, Jalan Jenderal Sudirman  hingga Hotel Indonesia, maka kini tahapannya adalah  pembuatan konstruksi  beberapa Stasiun MRT termasuk Stasiun Haji Nawi, Jalan Fatmawati yang jelas akan merubah wajah dan bentuk lingkungan Transportasi di bilangan sepanjang  Jalan Fatmawati.   
Kita dapat  amati bahwa Para Pekerjanya,  bekerja diluar ruangan dan memakai pakaian kerja lapangan dengan memakai Topi Helm, Rompi  pengaman,  serta sepatu boots,  sesuai dengan persyaratan keselamatan kerja dalam bidang Konstruksi Proyek Pembangunan MRT. 
Base dari Para Pekerja MRT ini  terlihat dibeberapa rumah yang disewakan di sekitar Kompleks dan Perumahan dsekitar Jalan Fatmawati,  termasuk didepan Rumah Penulis yang hanya dijadikan sebagai Base Kantornya, karena  kegiatan Para Pekerjanya adalah bekerja dilapangan Pemasangan Infrastruktur MRT, yang dibangun sepanjang Jalan Simatupang dari Lebak Bulus, belok ke Jalan  Fatmawati. menuju Panglima Polim untuk nantinya nyambung ke Jalan Sisinga Mangaraja, Jalan Sudirman  hingga ke Hotel Indonesia.
Dengan mengamati cara Para Pekerja MRT ini,  mereka terlihat bekerja baik pagi siang hari sore hari hingga malam,  sungguh sangat menarik apalagi dari kacamata orang awam seperti kita yang sangat mendambakan adanya Transportasi Masal Yang Cepat Aman dan bersih seperti MRT (Mass Rapid Transportation) ini, guna mencari solusi atas terjadinya kemacetan di Jalan-Jalan Ibukota Jakarta yang semakin parah, sehingga tidak ada cara lain kecuali dengan dibangunnya Infrastruktur MRT sebagai Alat Transportasi Masal yang nantinya harus terintegrasi  seperti yang dibangun di Negara Jepang maupun Belanda yang sangat Nyaman Infrastruktur Transportasi Masal Publiknya.

Memang Indonesia sudah sangat ketinggalan lama selama ini,  karena terindikasi bahwa dari dulu keberpihakan kepada Transportasi Masal Publik Yang Cepat Aman dan Nyaman tidak meniadi Agenda Utama dari Pemerintahan,  dimana terindikasi bahwa Pemerintah selama ini kalah dengan "Lobbying Para Investor Mobil" dengan Para Pembuat Kebijakan Transportasi Publik Masal baik di Level Eksekutif maupun Legislatif  di Indonesia termasuk di Jakarta, yang berakibat "Semakin Parah Macetnya" Kendaraan Lalu Lintas di seluruh daerah di Wilayah Jakarta.   
Sebagai "Reaksi" dari Keparahan Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta, maupun kesemerawutan managemen Lalu Lintas di Jakarta   yang sudah terkenal diseluruh dunia, pada akhirnya Pemerintah Pusat  maupun Pemerintah Daerah DKI,   tentunya dengan persetujuan dari Legislative sudah mulai "Perduli"  untuk mencari Jalan Keluar Terobosan Keparahan Lalu Lintas dengan mulai diadakan Trans Busway, yang kemudian disusul dengan Dibangunya MRT - mulai dari Stasiun Lebak Bulus menuju Jalan Simatupang, berbelok Ke Jalan Fatmawati terus menuju Jalan Panglima Polim, hingga ke Blok M dan menuju ke Jalan Sisinggama Raja dan Jalan Jenderal Sudirman hingga ke Hotel Indonesia. 
Maka Insya ALLAH nantinya  Rakyat di sebagian Jakarta Selatan ini akan dapat merasakan MRT atau Transportasi Masal Publik yang lancar aman dan nyaman, sehingga tentunya bisa hemat waktu maupun energi tidak terbuang  berjam-jam di Jalanan yang Macet.  Semoga... ....
Chiao
Jakarta 26 Januari 2018 direvisi 28 Januari 2018
Agung Supomo Suleiman
    

      

   

Thursday, December 21, 2017

Masa Naik dan Masa Turun Siklus Kehidupan

Wah sudah lama banget nih aku engga berkunjung dan menulis di Blog ku ini. Tadi pagi lumayan jalan pagi sebentar. dan kini menulis di Blog ku ini. Tidak terasa ternyata sudah lebih dari 66 Tahun aku diberikan izin oleh ALLAH untuk berada didunia ini. Rasanya lewat begitu saja usia kita ini, tanpa terasa sudah lebih dari setengah abad dan sudah memasuki tahapan umur pensiun. 

Kalau Penulis Alhamdulillah,  sudah lebih dari 19 tahun yaitu sejak  - 1 Juni  1998, waktu Penulis keluar dari PT Freeport Indonesia dan menjadi "Self - Employed" dan kini Penulis  memang telah memasuki tahapan  Usia Pensiun, dengan pengertian memasuki tahapan masa tidak usah terlalu ngotot untuk mencari pekerjaan, karena usia Penulis sudah pada tahapan tidak perlu bergebu-gebu seperti dikala kita masih muda. Kita harus bersyukur kita masih diberi kehidupan oleh ALLAH dengan keadaan sehat,  dimana pengelolaan kesehatan haruslah tetap dijaga oleh kita baik pola beribadah, pola makan, olahraga, pola tidur, pola beraktifitas  agar bisa seimbang antara phisik dan kejiwaan emosional maupun spiritual. 
Sebagai umat muslim Penulis bersyukur berpatokan kepada  Kitab Suci AL Quran dimana ALLAH berfirman bahwa ALLAH yang menciptakan manusia dimana ada beberapa tahapan dari lahir, bayi, kanak, dewasa,  hingga  menginjak masa Senja atau Tua,  dimana pada akhirnya secara phisik maupun pengetahuan kita akan kembali seperti semula sebelum kita kembali meninggal dipanggil oleh ALLAH melalui dicabut nyawa kita oleh Malaikat;
Penulis sadar bahwa Penulis yang berkarier Solo sebagai Professional Independent Business Lawyer atau Independent Lawyer,  Insya ALLAH  masih dapat bermanfaat sesuai kemampuan kita yaitu antara lain melalui menulis di media Blog atau Media apapun namanya yang dibuat oleh Penulis sendiri antara lain melalui Penulisan Artikel Eksperimen kehidupan melalui Blog yang berjudul AgungsS Experimental Blog ini.

 Memang dunia ini tidak kekal khususnya secara phisik, dimana ada masa baru lahir atau bayi kemudian balita, remaja, dewasa, masa kerja produktif, masa Tua - senja, kemudian mati.  Kita patut  bersyukur  sebagai Umat Islam yang mempunyai pegangan Kitab Suci AL Quran diberikan informasi oleh ALLAH Yang Maha Pemberi Kehidupan bahwa setelah kita mati didunia akan dihidupkan kembali untuk mempertanggung jawabkan kehidupan kita didunia kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan di Akhirat untuk nantinya pertanggung-jawaban kita akan berujung pada Tempat yang baru di Surga atau di Neraka, sehingga ditanamkan Rasa Keyakinan bahwa ada kehidupan lagi yang lebih kekal dan abadi sebagaimana difirmankan oleh ALLAH dalam Kitab Suci Al Quran.
 Dengan demikian kita diberi petunjuk oleh ALLAH yang menciptakan kita bahwa kehidupan didunia ini hanyalah sementara, dan nanti akan ada kehidupan yang lebih kekal yaitu di Hari Akhirat yang dimulai  dari Hari Kehancuran Dunia ini, Hari Kebangkitan, kemudian Hari Pembalasan atau Hari Pengadilan- Pembalasan atas Kehidupan kita selama didunia ini; 

Hal paling Utama dan Pokok adalah bahwa  jangan sampai kita Salah Menyembah atau Mengabdikan diri kepada sesuatu yang tidak pantes atau layak disembah, melainkan kita diminta oleh ALLAH untuk  Hanya Menyembah dan Mengabdi kepada ALLAH Yang Maha Esa dan Maha Tunggal yang telah menciptakan kehidupan didunia dan akhirat ini, sesuai  tuntunan dan petunjuk yang terdapat dalam Firman ALLAH yang diturunkan ALLAH melalui Para Nabi dan Para Rasul sebagaimana terbaca dalam Kitab Suci Al Quran bagi penganut Muslim diseluruh Dunia. 
Nah, kembali kepada profesi Penulis, maka setidak-tidaknya Penulis masih bisa membuat bahan tulisan atau renungan serta pengalaman kehidupan nyata yang tertuang antara lain dalam Blog AgungSS Experimental Blog ini  Memang ada masa naik dan turun dalam kehidupan didunia yang fana atau sementara ini. Suatu hal yang penting adalah bahwa kita harus bersyukur masih diberi kehidupan hingga saat ini, dan semoga kita dapat menjaga kesehatan Phisik, Mental maupun Spiritual kita. Setiap manusia mempunyai kekebebasan pilihan, dimana pertanggung jawaban atas pilihannya adalah kembali kepada setiap manusia tersebut.\
 Mungkin sekian dahulu tulisan Penulis pada Hari Jumat tanggal 22 Desember 2017 ini. 

Ok Salam hangat
Jakarta 22 Desember 2017
Agung Supomo Suleiman  
    


   
   

Tuesday, July 18, 2017

INDIKATOR HIDUP BERKAH

Wah sudah lama juga nih berkunjung dan menulis di Blog AgungSS Experimental Blog ini. Yah kini Penulis dengan izin ALLAH sudah memasuki Umur senja yaitu lebih dari 65 Tahun  untuk hidup dan berada didunia ini. Mengingat salah satu hobby Penulis adalah menulis di Blog, makanya Penulis membuka beberapa Blog dimana Nama Blognya adalah sesuai dengan Tema yang Penulis suka menulis.
Biasanya sambil mendengarkan lagu Penulis sebagai Blogger akan menuangkan aluran pikiran kita di Blog kita. Sore hari adalah Hari  Selasa, dimana Penulis tadi pagi sempat mengepel teras depan sambil mencari keringat dengan karbol yang ada Serehnya yang diberikan oleh kawan Penulis, dengan harapan tidak banyak nyamuk. Syukur Alhamdulillah Penulis hingga kini masih diberikan kesempatan oleh ALLAH untuk dapat hidup dengan sehat.
Tadi pagi sempat jalan pagi 40 menit  dimana ditengah jalan ketemu teman  jalan sehingga mendapat teman ngobrol.Kita mengitari lapangan di dekat Kompleks Taman Gandaria dekat Kompleks Deplu daerah Cipete.
Menurutnya ada ahli bijak yang menyatakan  bahwa indikator rejeki kita berkah adalah jika kita merasa cukupbahagia serta bersyukur kepada ALLAH atas  rejeki yang kita peroleh, yang membuat kita ringan dan senang hati  ingin mendekatkan diri kita kepada ALLAH.
Sebaliknya jika kita misalnya mendapat banyak uang, namun dalam kehidupan kita, pada saat banyaknya uang kita menjauh dari ALLAH Sang Maha Pencipta, bahkan kita tidak merasa berkecukupan malah merasa kurang terus, maka menurut ahli yang Bijak tersebut,  terindikasi bahwa banyaknya uang tersebut tidak berkah. Penyebab tidak berkah uang tersebut, menurutnya perlu kita evaluasi dan deteksi mengapa kita pada saat itu kental dengan aroma "Hawa Panas" tidak menenangkan hati, sehingga kita merasa tidak pernah cukup dengan banyaknya uang yang kita peroleh  tersebut. 
Menarik juga cerita dari kawanku tersebut, sehingga perlu kita renungi serta kita telusuri, karena bisa juga kita kalau sedang banyak uang atau memegang suatu Jabatan, cobaannya adalah tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh ALLAH. Bahkan kalau kita mengacu pada Kitab Suci Al Quran kita kerap kali menemukan perumpaan bahwa orang yang sedang diberi nikmat Uang atau  kebun yang Makmur, merasa bahwa Hasil Panen tersebut semata-mata adalah karena "jerih payahnya" dan tidak mengakui bahwa rejeki yang melimpah tersebut adalah karena izin, pemberian  dan diperkenankan oleh ALLAH.  
Memang cobaan atau ujian tersebut terhadap manusia pada garis besarnya ada 2 (Dua) macam yaitu dicoba dengan 
(i) "kekurangan" harta, uang, sawah, jiwa, jabatan, pangkat  atau 
(ii) diberikan cobaan dengan "melimpah" harta, sawah, rejeki, pangkat, jabatan,
sehingga jika kita tidak mau mendekat kepada ALLAH dengan membaca Kitab Suci Al Quran bagi umat muslim, maka kita bisa secara tidak sadar diberikan khayalan oleh Syaitan bahwa kita berada dijalan yang baik dan benar, padahal kalau kita memakai Hati Nurani atau Qalbu kita dengan berpatokan banyak mengingat kepada ALLAH, maka kita bisa secara tidak sadar menuhankan "Hawa Nafsu" kita.
 Jika kita diberikan suatu Jabatan, sebenarnya ada "Amanah yang melekat" pada Jabatan tersebut, dimana jika kita tidak dekat maupun banyak mengingat ALLAH, maka kita akan "kejebak" untuk menjadi "Sombong" dan lupa atas Amanah yang melekat pada Jabatan  tersebut, apalagi jika Jabatan tersebut adalah dilevel Legislatif, Yudikatif maupun Eksekutif, dimana terdapat "Amanah" yang jelas melekat pada Fungsi dan Tugas Jabatan Publik tersebut yaitu untuk mensejahterakan Rakyat maupun memberikan rasa aman, nyaman, mengayomi, memberikan rasa Keadilan kepada  Masyarakat Umum, dan memberikan contoh Teladan kepada Rakyat bagaimana hidup  yang Pantas dilihat oleh suatu Masyarakat yang memberikan Amanah tersebut. 
 Jika kita tidak banyak mengingat kepada ALLAH maka, kita berpotensi untuk menghumbar "Hawa Nafsu" baik Kesombongan maupun Ilmu Mumpung, sehingga pada implementasinya   bukannya mendapatkan "Berkah" malah kita berpotensi untuk dapat terjerat melakukan tindakan yang "Tidak Amanah" maupun "Tidak memegang Janji dan Sumpah Jabatan" sewaktu Jabatan tersebut dipercayakan kepada kita.        
Berdasarkan hal tersebut, maka kita masing-masing haruslah menginstropeksi diri kita sendiri, sebelum kita mencela atau menuduh orang lain, karena manusia itu berpotensi untuk menundukan diri kepada Hawa Nafsu maupun berpontensi dan punya "Kebebasan Pilihan" untuk menundukan Hawa Nafsu dengan cara banyak mengingat kepada ALLAH sesuai dengan tuntunan dan petunjuk yang telah diberikan oleh ALLAH sebagai Zat Pencipta dari manusia serta bumi alam semesta ini.     

Jakarta, 18 Juli 2017
Agung S. Suleiman

 

      

Wednesday, May 31, 2017

Pengalaman Mendaftar Layanan Gratis TJ Card

Alhamdulillah aku tadi pagi sudah mendaftar Pendaftaran Layanan Gratis menggunakan TJ Card yang diselenggarakan tanggal 8 - 31 Mei 2017
  Sebenarnya kemarin Penulis sudah berusaha mendaftar lewat Halte Harmoni,  namun ternyata lebih kurang jam 3.20 siang Penulis tiba di Halte Harmoni, ternyata formulirnya sudah habis dan hanya dibatasi hingga 40 Formulir, padahal Penulis sudah berangkat dari Blok M naik Busway berangkat lebih kurang jam 14.30 dan sampai di Halte Harmoni lebih kurang jam 15.20-an.
Berdasarkan pengalaman ini, maka ke- esokan harinya,  yaitu hari ini Tanggal 31 Mei 2017, Penulis berangkat pagi hari naik Grab ke Halte Pertanian dan naik Busway ke Halte Ragunan dan Alhamdulillah sampai jam 7.15 pagi. 
Di Halte Ragunan sudah ada lebih kurang 4 (empat) orang yang juga berniat untuk mendaftar Kartu Layanan Gratis, dimana beberapa diantara mereka juga cerita pengalaman yang sama,  dimana kemarin sudah ngatri panjang,  namun tidak memperoleh Formulir Pendaftaran karena dibatasi hanya hingga 40 Formulir juga.   

Berdasarkan pengalaman masing-masing calon pendaftar ini, maka disebabkan menurut Petugas di Halte Ragunan,  meja untuk mendaftar baru buka jam 9.00 pagi, sedangkan formulir tidak dapat diambil,  maka salah satu peserta Calon Pendaftar yaitu seorang Ibu berinisiatif untuk meminta kepada Petugas dan telah diizinkan oleh Petugas Halte untuk menggunakan  kertas rol panjang yang tersedia di Loket,  untuk menuliskan Daftar atau List nomer sarta nama Calon Pendaftar Kartu Layanan Gratis, dimana pada akhirnya kami bersama-sama  setuju untuk memberi List Nomer serta Nama calon Pendaftar Kartu Layanan Gratis tersebut, dan  Petugas di Halte Ragunan telah setuju dengan baik atas pembuatan List Nomer dan Nama dari Pendaftar, untuk menggantikan Nomer;  
Alhamdulillah Penulis mencatatkan diri dalam Rol Panjang tersebut sebagai Pendaftar di Rol List tersebut dengan Nomer Urut 5, karena memang masih pagi hari jam 7.15-an sebelum Jam 9.00 pagi. Maka  Syukur Alhamdulillah semua calon Pendaftar yang lain sesuai dengan instruksi Petugas Halte Ragunan akan  mengisi Nomer Daftar Kehadiran serta Nama mereka masing-masing di Rol Panjang Daftar List tersebut.  

Begitu jam 9.00 pagi hari ini Tanggal 31 Mei 2017, sebagai Tanggal Terakhir Pendaftaran Layanan Gratis,  dimulailah, secara resmi Pendaftaran yang dilakukan oleh 2 Petugas Halte Ragunan untuk memanggil Nama-nama Calon Pendaftar Layanan Gratis, dengan menggunakan  2 (Dua) Meja Pendaftaran yang diletakan sebelah Loket Halte Ragunan. Disebabkan urutan nomer Penulis adalah No.5,  maka Syukur Alhamdulillah, Penulis dapat segera melakukan Pendaftaran Resmi Kartu Pelayanan Gratis hari ini Jam 9 Pagi tanggal 31 Mei 2017, setelah menunggu lebih kurang 2 (dua) Jam semenjak jam 7.15 pagi.  Sesuai dengan Pengumuman yang terpampang di setiap Halte Busway, maka kami  menyerahkan Photocopy KTP kita serta Pas Foto ukuran 4 x 6 sebanyak 2 buah, kepada 2 Petugas di Halte Bausway Ragunan yang dengan baik mencatatkan nama kami kedalam Formulir, sesuai dengan panggilan Urutan Nomer dan Nama yang terdapat di Rol Panjang tersebut. 
Salah satu peserta Pendaftar yang bersama kita, ternyata ukuran Fotonya kecil, sehingga Calon Pendaftar tersebut harus terlebih dahulu memperbesar Pas Foto menjadi 4 x 6,   guna memenuhi persyaratan untuk mendaftar Kartu Layan Gratis. Mudah-mudah kawan yang baik dan ramah tersebut, dapat segera menyelesaikan Pas Photonya tersebut, agar bisa segera mendaftar, dimana kita sudah memberi tahukan kepada Petugas bahwa salah satu Pendaftar dengan urutan awal yang namanya sudah tercatat, sedang mengurus memperbesar Pas Photonya tersebut.
Seru juga pengalaman suka duka menunggu dari jam 7.15 Pagi hari ini di Halte Ragunan, hingga Jam 9.00 pagi,  dimana banyak cerita dari rekan-rekan, yang  sambil menunggu, dan  salah  satu yang senang bercerita telah berusia lebih kurang 82 Tahun namun Phisiknya masih sehat dan segar, dan beliau senang bercerita banyak  pengalamannya yang menarik sewaktu masih umur 12 tahun di zaman Penjajahan Jepang. Rekan ini mendapatkan nomor urut Nomer 1 di Daftar List Nomer dan Nama yang disusun diatas dan diterima oleh Petugas Halte Ragunan sebagai Urutan Resmi yang disepakati untuk digunakan melakukan Pendaftaran Kartu Layanan Gratis tersebut. 
Yah, beginilah cerita ringkas ketertarikan kita untuk menggunakan Busway yang tersedia di Jakarta yang menurut hemat Penulis terasa nyaman dan bersih dengan menggunakan AC, sehingga rasanya jika kita didalam Busway,  seperti sedang berada diluar negeri misalnya Singapura. Penulis salut dengan Petugas pagi hari ini di Halte Ragunan  - Busway, yang telah cekatan mengkoordinir dan melakukan kerjasama dengan baik kepada Para Pendaftar Kartu Layanan Gratis pagi ini tanggal 31 Mei 2017 dan telah sepakat menerima inisiatif pendaftar awal yang membuat Daftar List Rol Panjang, menginggat pengalaman kemarin yang belum berhasil mendaftarkan diri karena Formulirnya kemarin terbatas.   
Memang jika kita telah berusia senja, terasa membutuhkan adanya Pelayanan Kartu Gratis, sehingga kami bisa menikmati Jakarta yang sudah penuh sesak dengan kemacetan lalu lintas, menggunakan Busway TransJakarta yang bebas hambatan untuk membantu terciptanya kenyamanan Fasilitas Transportasi Publik. Semoga

Jakarta, 31 May 2017
Agung Supomo Suleiman  

     
     

Sunday, May 21, 2017

Kesehatan Phisik Penting Dijaga

Memang umur 65 Tahun merupakan suatu Milestone bagi Penulis karena terasa memasuki suatu tahapan baru dalam kehidupan setelah bekerja kombinasi 15 Tahun sebagai Company Man dan 18 tahun Self Employed, dan kini rasanya berada ditahapan yang harus belajar  untuk  tetap Survive dan bertahan hidup dengan cara hidup yang sehat secara phisik guna dapat mempertahankan stamina badan kita. 
Kesehatan Phisik memang sangat penting agar kita bisa mempunyai kemampuan untuk berpikir secara jernih dan tegar dan tidak kemungsrung. Bayangin kalau badan kita terasa tidak enak, pegal-pegal, linu, cape,  maka rasanya malas melakukan sesuatu. Untuk hal ini kita harus mengendalikan diri kita untuk berusaha supaya sehat baik phisik mental maupun emotional dan spiritual. Siapa yang dapat menyemangati diri kita kalau bukan kita sendiri. Bersyukur kepada ALLAH bahwa  kita masih sehat jantung, paru-paru maupun lever kita. Tentunya dengan berusaha untuk menjadi dokter sendiri dengan mendeteksi makanan apa yang baik untuk diri kita karena berbeda satu Individu dengan indicvidu lain makanan apa yang baik dan cocok bagi dirinya. Olah raga jalan kaki harus dipaksa start jam 9 pagi selama 40 menit disekitar perumahan kita juga bagus,  untuk mencari sinar matahari pagi yang aku rasakan bagus untuk kesehatan phisik kita.  
Yang jelas kita harus mengenali keadaan badan phisik, emosional, spiritual kita. Kita tidak perlu ngoyo lagi dalam masa umur sudah lebih dari 65 tahun, dan harus pandai bersyukur dan menikmati kehidupan ini walaupun memang ada kalanya terasa malas untuk melakukan sesuatu,  karena kehidupan terasa mengulang-ulang apa yang telah kita lalui selama perjalanan hidup kita. Maka kita harus pandai-pandai mencari sesuatu yang dapat membuat hidup kita bergairah tentunya dengan cara dan gaya kita masing-masing. Kadang bersosialisasi juga rada malas, dan lebih memilih untuk sendiri karena kita juga membutuhkan privasi untuk diri kita.   
Yah hidup itu harus seimbang dan kita sendiri yang bisa mengenali diri kita masing-masing khusunya memasuki tahapan hidup 65 tahun keatas. Anak-anak kita baru mulai meniti karier mereka, sama dengan masa muda kita sewaktu kita mulai meniti karier maupun keluarga kita masing-masing. Rasanya seperti roda pedati yang berputar dimana waktu itu akan berjalan terus dan tidak berhenti, dan  tubuh kita juga akan mengalami masa penuaan secara sunatullah karena memang demikianlah ditentukan  oleh ALLAH Yang Maha Kuasa didalam Kitab Suci Al Quran. 
Tinggal kita harus mempertahankan ketaqwaan kepada ALLAH, agar kita mempunyai suatu pegangan yang kuat dalam kehidupan kita ini yang kadangkala terasa tidak menentu kearah mana hendak kita dibawa. Dengan demikian apapun keadaan diluar diri kita, kita harus jejak menjaga kesehatan phisik maupun memperdalam dan mempertinggi kehidupan rohani kita dan tetap berkomunikasi dengan keluarga dan anak-anak kita. 
Kita harus menyempatkan dan memaksa diri kita untuk mau mendengarkan dan membaca kandungan isi Al Quran, yang merupakan Firman dari ALLAH bagi mereka yang beriman,   agar hidup kita dapat terarah dan terjaga sesuai tuntutan dan kehendak dari ALLAH yang telah menciptakan kita berada didunia ini.  
Jika kita pada satu saat bagun tidur dan gelisah, maka ambilah air wudhu Sholat dan baca serta dengarkan Kitab Suci AL Quran dijamin akan tenang kembali rasa Qalbu kita.
Ok dulu deh ya tulisan Penulis untuk pagi ini.
Salam hangat
Agung Supomo Suleiman